June 22, 2009 by sigitpram
Libur tlah tiba! Libur tlah tiba! Ayo…! Ayo..! Ayo..! Itu adalah penggalan syair lagu yang dinyanyikan Tasya kecil sekitar 3 tahun lalu, yang masih populer hingga kini. Juga, saat musim liburan sekolah yang dimulai Senin hari ini.
Jakarta menemui kelengangannya kembali saat anak-anak sekolah asyik berlibur. Sebagai gantinya, kepadatan lalulintas disebarkan ke tempat-tempat wisata di sekitarnya seperti kawasan Puncak, Ancol, hingga Anyer.
Selama dua hari (Sabtu-Minggu) kemarin saya mengantar anak-anak berlibur ke Anyer di kawasan wisata Carita Banten. Wah, bus-bus wisata yang berisikan anak-anak hingga remaja menyerbu kawasan tersebut dan berebut jalanan dengan mobil-mobil pengunjung lain yang menyemut. Kami suah mengantisipasi hal ini, sehingga rombongan kecil kami bisa lancar dan selamat melaluinya.
Serbuan pengunjung ke kawasan wisata di ujung barat P. Jawa ini menumpahkan keceriaan di sepanjang pantai yang panas itu. Jeritan ria anak-anak dan remaja yang bermain ombak terus terdengar sepanjang siang. Sementara di rerimbunan di bawah pohon tampak berkelompok-kelompok remaja asyik bernyanyi bersama diiringi gitarnya. Wah, asyik sekali.
Suasana riang gembira ini setidaknya menjadi kanal pelepasan stres yang mereka alami saat menjalani ujian di sekolahnya.
Posted in SOSIAL, Uncategorized | Leave a Comment »
Sensasional! Bombastis! Luarbiasa! Spektakuler! He.. he.. itu adalah kata-kata yang meluncur dari bibir Tukul Arwana dan rekannya pada sesi ‘Bukan Berita’ di program tayangan Bukan Empat Mata di Trans 7 setiap malam. Kata-kata itu dipakai untuk meng-hiperbola-kan content berita yang mereka tayangkan yang sebenarnya mutunya masih di bawah standar berita yang bagus. Tapi ya.. itulah Tukul.. harap maklum…
Namun sepanjang Jumat malam (1/5) hingga Selasa ini (5/5) media nasional berkesempatan menayangkan berita yang benar-benar bernilai Sensasional, Bombastis, Luarbiasa, dan Spektakuler, utamanya terkait penangkapan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar oleh kepolisian. Yang bersangkutan sejak Senin (4/5) sore kemarin sudah dinyatakan sebagai tersangka dan langsung ditahan di Polda Metro Jaya.
Tentu sosok Antasari Azhar yang menjadi pusat perhatian. Sebagai pejabat tinggi negara yang populer karena selama ini dikenal tegas, berani, sukses, santun dan mengedepankan hukum, tiba-tiba saja kok dinyatakan terlibat -bahkan disangka sebagai dalang utama- kasus pembunuhan berencana terhadap Direktur BUMN Nasrudin. Terlebih lagi, ada embel-embel kasus ini dipicu persoalan wanita (seorang caddy di lapangan golf Modern City Tangerang) selingkuhan mereka berdua. Wah..wah…
Dunia ini, panggung sandiwara…. Nah, kalau ini Ahmad Albar yang bilang. Tapi saya setuju banget dengan penyanyi kribo itu. Antasari Azhar saat ini sedang menjalankan peran yang berbeda dengan kesehariannya. Dari kursi pucuk pimpinan lembaga prestisius, kini ia sedang mendekam di sel Polda. Dari kehidupan yang berkecukupan, kini ia sedang mencicipi menu tahanan. Dari keluarga yang harmonis, kini ia sedang mencari dalih hubungannya dengan si gadis caddy, Rani Juliani.
Hai para praktisi media.. jangan lupa, cover both sides! Berimbang, netral, tak memihak. Ini penting mengingat sudah terjadi silang pendapat antara pihak keluarga korban Nasrudin dengan para pembela Antasari, serta adanya beberapa keganjilan yang terungkap dalam proses pengungkapan kasus ini. Masyarakat menginginkan keadilan yang hakiki terungkap dalam kasus ini.
Posted in MEDIA, SOSIAL, Uncategorized | Leave a Comment »
March 23, 2009 by sigitpram
Powered by BlackBerry.
Itulah kalimat ampuh yang saat ini begitu digandrungi para pengembara dunia maya. Kalimat itu begitu dipuja sehingga para penggemar gadget berlomba-lomba mengejarnya. Mereka sangat bangga ketika menulis email yang singkat baik di milis, forum, maupun facebook yang kalimatnya diakhiri dengan kalimat tersebut.
BlackBerry menjadi makin fenomenal diperbincangkan dimana-mana ketika Harian Kompas membeberkan kisah presiden AS terpilih Barack Obama kini dilarang menggunakan handset kebanggaannya ini. Tentu, karena alasan keamanan data-data rahasia negara di AS. Lalu dalam waktu singkat, para Obama-ers di seluruh dunia pun berlomba mengikuti jejak idola mereka ini dengan membeli handset yang sama.
Di pusat penjualan handpone di berbagai kota kini mulai bermunculan kios-kios yang khusus menjual BlackBerry. Lalu di mal-mal, para remaja dan penggemar gadget lainnya terlihat asyik mengutak-atik BlackBerry mereka di tengah-tengah keramaian. Mereka seakan tak peduli dengan keadaan sekitar karena saking asiknya ber-email ria lewat handsetnya. Keberadaan kios-kios dan kebiasaan baru para remaja ini tentu saja makin memperkuat ekspos dan eksistensi produk ini di mana-mana.
Jadi tentu kalimat ampuh ini akan makin sering terdengar dan terbaca di mana-mana. Powered by BlackBerry.
Posted in Uncategorized | Leave a Comment »
February 2, 2009 by sigitpram
Haatsyiii…!!! Haatsyiii…!!! Haatsyiii…!!!
Kamis siang (29/1). Berkali-kali saya bersin sambil menahan pening kepala dan sakit di tenggorokan. Para peserta meeting siang itu berkali-kali memandang ke arah saya… Barangkali mereka membatin: “Wuu.. nyebar virus nih!”
Ketika sudah tak tertahankan lagi, saya keluar ruang meeting dan kembali ke ruangan sendiri. Lalu berpesan ke sekretaris: “Annisa, aku pulang cepet ya, gak kuat nih… sakit banget.”
Meski ada poliklinik di kantor, saya lebih memilih periksa ke praktek dokter umum di sebuah RS di Jaksel sambil pulang ke rumah. Dokter menyarankan saya istirahat sehari dua hari.
Yaah… itulah simple message dari tubuh ketika raga ini perlu break sejenak dari rutinitasnya yang terlalu banyak. Istirahat sejenak agar anatomi yang sedang rusak tidak bertambah parah, dan tetap kuat di hari-hari mendatang.
Fenomena kesehatan ini tampaknya adalah salah satu bentuk komunikasi intrapersonal dalam diri manusia, meskipun sifatnya lebih fisik daripada benak. Jadi ketika saya memilih beristirahat sejenak, itu berarti saya menyetujui pesan dari tubuh ini. Tetapi jika saya tetap nekat beraktivitas seperti biasa itu berarti saya mengabaikan pesan dari tubuh dan harus siap untuk menerima konsekuensinya.
Haatsyiii…!!! Haatsyiii…!!! Haatsyiii…!!!
Ah…… saya pilih istirahat dulu aja ah….
Posted in SPIRITUAL, Uncategorized | Leave a Comment »
January 23, 2009 by sigitpram
Hey… Anda jangan menyangka saya akan membahas persoalan sekwilda (sekitar wilayah dada) ya… tapi saya ingin membahas momentum pelantikan Barack Obama yang penuh inspirasi.
Pada pelantikan itu, kemampuan orasi Barack Obama tetap menyihir jutaan orang yang menyaksikan pelantikan secara langsung, dan puluhan juta lainnya yang menyaksikan lewat jaringan televisi. Gaya bicaranya yang santuan, artikulatif, dan penuh tekanan menampilkan sosoknya yang berwibawa. Bagaimana esensi pidato itu? Ya pastilah hebat dan bernas. Tajam, dalam, variatif, modern dan lingkupnya global. Pokoknya komplet lah.
Dalam waktu dua hari sejak pelantikannya, ia berusaha memenuhi janji kampanyenya untuk menutup kompleks penjara Guantanamo, yaitu dengan perintah menghentikan seluruh proses peradilan di sana. Tetapi Barack Obama masih punya waktu yang panjang – empat tahun- untuk memberi pembuktian. Waktulah yang akan membuktikan, apakah ia adalah orang yang gencar di awal saja, ataukah terus menerus konsisten hingga akhir masa pengabdiannya menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Di lingkungan kita masing-masing, pasti ada pula teman yang memiliki kemampuan lebih dalam berbicara. Teman seperti ini memiliki gaya bicara yang meyakinkan sehingga mempesona dan menghanyutkan. Perkataannya sering menjadi bahan gunjingan dan pembicaraan orang lain. Tetapi coba Anda perhatikan, apakah perkataan-perkataannya itu selalu sesuai dengan tindakannya? Atau apakah ia selalu konsisten dalam mengemukakan pikirannya? Belum tentu.
Kalau boleh diilustrasikan, ibarat seorang gadis sexy yang belum tentu hebat permainan ranjangnya. Demikian pula, teman-teman kita yang pandai berbicara itu juga belum tentu sepadan dengan kemampuan bekerjanya. Kita tak boleh terjebak dengan pesona bicara, tapi harus dibuktikan dengan kemampuan bekerjanya. Dengan demikian kita akan terhindar dari orang-orang yang nato (not action talk only).
Jadi, sambil mengamati perjalanan seorang Barack Obama di pucuk kekuasaan negara adidaya, ayo kita amati juga lingkungan kita masing-masing apakah ada orang-orang yang sexy tadi… he..
Posted in SOSIAL, Uncategorized | Leave a Comment »
January 16, 2009 by sigitpram
Seluruh dunia beramai-ramai mengutuk dan menghujat militer Israel yang secara biadab menewaskan 1.000 lebih nyawa di Jalur Gaza. Aksi pesawat-pesawat tempur, helikopter, kapal laut dan tank-tank Israel menembakkan mortir secara membabi buta ke arah lawan -Hamas- yang berada di kawasan sengketa itu. Pertempuran yang tak seimbang itu diyakini akan berhenti (dihentikan Israel) tepat sebelum pelantikan (inaugurasi) Barack Obama sebagai Presiden AS pada tgl 20 januari mendatang. Beberapa hari ini, perundingan keduabelah pihak yang dimotori Mesir (dan AS di belakang layar) dipastikan mampu menghentikan perang itu, meskipun PM maupun Menlu Israel secara arogan mengatakan bahwa hanya Israel sendirilah yang bisa menentukan kapan perang ini akan diakhiri. Mengapa akan diakhiri tepat menjelang Obama dilantik? Karena, secara politis, akan memberikan keuntungan ke dalam negeri Israel dan keuntungan politis kepada Obama bahwa ia ‘berhasil’ menghentikan perang ini.
Pada awalnya (sejak perang ini mulai berkobar), banyak pihak yang belum percaya tindakan militer Israel ini. Paling banter hanya dikatakan bahwa wajarlah negara ini membela dirinya dari teror roket-roket Hamas yang berkali-kali meluncur hingga daratan Israel. Namun seiring melonjaknya jumlah korban yang dilaporkan lembaga-lembaga independen internasional, maka terbukalah mata seluruh dunia akan realitas yang sedang terjadi. Hal ini diperkuat dengan tayangan-tayangan langsung media yang memperlihatkan kebrutalan perang tak seimbang ini.
Lewat media (baik televisi, koran, majalah, maupun internet) kita sudah menyaksikan jalannya perang ini termasuk bagaimana bom-bom ‘cerdas’ Israel meluluhlantakkan gedung-gedung, kantor, maupun rumah penduduk beserta penghuninya. Sebaliknya, kita juga melihat bagaimana para pejuang Hamas tetap kukuh melontarkan roket-roketnya dari balik gedung-gedung. Media menayangkan content secara cover both sides. Tayangan-tayangan langsung ini memiliki rating yang tinggi. Namun ibarat permainan catur, tayangan ini memperlihatkan partai pertarungan sengit antara seorang pemain awam melawan seorang grandmaster. Bisa dipastikan, pemenangnya adalah nafsu membunuh dan membinasakan.
Yes, seeing is believing. Media berperan penting membuka mata dunia. Media berperan mengekspos fakta-fakta yang disembunyikan. Media -teks dan konteks- mengalirkan realitas yang nyata, yang semula di
sumbat oleh kepentingan sepihak.
Posted in MEDIA, Uncategorized | Leave a Comment »
January 13, 2009 by sigitpram
Jakarta, 13 Januari 2009 jam 06.30. Hujan angin deras mengguyur ibukota, langit gelap dan cuaca dingin menggigit. Anak-anak sekolah diantar para orangtua menembus cuaca yang tak bersahabat itu plus lalulintas yang kacau balau. Di jalan-jalan kecil, seperti Siaga Raya di kawasan Pejaten Jakarta Selatan, kendaraan merayap sepanjang hampir 2 km. Bahkan sepeda motor pun cukup kesulitan untuk menembus antrean panjang ini karena jarak pandang yang terbatas. Di balik jas hujan mereka, anak-anak sekolah meringkuk di boncengan agar tak kehujanan. Hanya sekelibas baju seragam mereka saja yang mengintip dari balik jas itu. Nampak baju itu sudah basah kuyup.
Anak-anak sekolah di Jakarta memang kasihan. Mereka menjadi korban kebijakan pemerintah daerah yang menetapkan sekolah dimulai lebih pagi, dari jam 07.00 menjadi 06.30 sejak awal Januari 2009 ini. Kebijakan yang tak bijak ini ibarat mengobati sakit perut dengan menggunakan obat sakit kepala… he.. pokoknya gak pas lah! Wajah-wajah mungil yang masih menahan kantuk ini sudah harus berada di jalanan lebih pagi lagi agar tak terlambat. Mereka ikut berjibaku di boncengan motor orangtuanya berzig-zag menerobos kemacetan.
Setelah seminggu pelaksanaan jam sekolah baru ini, dampaknya langsung terasa di lapangan. Kemacetan terjadi lebih pagi menjelang jam 06.30 terutama jalanan sekitar sekolah-sekolah dasar dan menengah. Mobil dan motor berzig-zag lebih edan lagi menerobos lalulintas yang stuck disana-sini, di tengah-tengah ketergesaan di setiap sudut jalanan. Terlebih lagi pagi tadi, hujan angin yang sangat deras menambah kesengsaraan anak-anak sekolah ini. Dengan baju basah, terbayang ‘kan bagaimana mereka akan belajar di kelas? Sakit flu? Ya pastilah…. Itukah cara yang benar untuk memperkuat disiplin dan ketahanan fisik generasi mendatang ini? Walahualam…..
Menyaksikan hal ini saya menjadi berpikir, bagaimana mungkin peraturan aneh ini bisa dibuat? Saya yakin, para pejabat pemprov DKI ini (melihat usia mereka) pastilah sudah tak memiliki anak-anak yang masih duduk di sekolah dasar sehingga tak ikut mengalami kesengsaraan jalanan ini. Seandainya mereka masih memiliki anak-anak usia sekolah dasar, tak mungkinlah peraturan aneh bin ajaib ini bisa digagas. Ibaratnya, tak maulah awak memakan pedang sendiri! Atau seandainya pun mereka memang masih memiliki anak-anak usia sekolah dasar, pastilah tetap tak mengalami kesengsaraan ini karena anak-anak mereka masih tetap bisa melanjutkan tidur nyenyaknya di dalam mobil mewah menuju sekolah. Kesengsaraan jalanan adalah urusan pak sopir.
Wah… pikiran saya cukup dangkal untuk menganalisis hal ini….. Bagaimana pendapat anda?
Posted in Uncategorized | Leave a Comment »
January 9, 2009 by sigitpram
Setiap menginterview calon karyawan baru, saya selalu menelisik apakah dia tipe orang yang bekerja secara well planned ataukah seorang deadline-man. Hal ini penting karena dalam lingkungan kerja yang team-based management, orang yang bertipe deadline-man cenderung susah diatur sejak jauh hari. Ia baru tergagap-gagap ketika sudah mendekati deadline dan berusaha setengah mati agar dapat melewati garis mati itu dengan sukses. Orang tipe ini memiliki kreativitas yang baik justru pada saat-saat kritis.
Deadline merupakan kondisi yang normal pada perusahaan-perusahaan media cetak, terutama mainstream media yang berkategori periodikal seperti koran, majalah, tabloid dan buku. Di perusahaan tipe ini para karyawan di bagian produksi (redaksi hingga pracetak dan percetakan) secara teratur menghadapi kondisi deadline sesuai dengan jadwal terbit medianya. Karena sudah berpola dalam jangka waktu yang lama, maka kondisi deadline tidak lagi momok yang menakutkan tetapi sudah berubah menjadi jadwal rutin yang ‘menyenangkan’. Mengapa menyenangkan dengan tanda kutip? Ya, karena mereka bisa menyiasati pola kerjanya dengan si-kon yang ada. Jadi meskipun harus menginap di kantor ketika deadline, tetapi bisa pula bersantai-ria sehari-dua hari setelah deadline. Ukurannya berubah menjadi jam-jaman untuk media koran.
Namun ada pula siasat lain yang muncul, terutama di divisi iklan yang berhubungan dengan pihak luar (advertiser dan advertising agency) dan divisi percetakan yaitu dengan istilah ‘deadline materi’ dan ‘deadline mati’. Wah apa pula itu? Deadline materi adalah saat maksimal penyerahan materi iklan yang akan dimuat pada edisi terdekat. Apabila deadline materi ini sudah lewat, maka pihak advertising tidak bisa lagi membatalkan iklan dan materi iklan tidak bisa lagi diubah. Semua ini karena keterkaitannya dengan proses administrasi dan keuangan yang timbul.
Nah, apabila sudah melewati deadline materi ini ternyata materi iklan harus diubah, maka pihak media masih bisa mengejarnya sebelum deadline mati. Deadline mati ini adalah saat pihak percetakan sudah mengubah semua materi iklan menjadi film (pada percetakan yg masih menggunakan teknologi pelat) atau ketika imposisi materi cetak sudah selesai (final) dikerjakan di percetakan (untuk percetakan yang sudah tidak menggunakan teknologi pelat lagi). Pada step ini, seluruh materi iklan sudah selesai digabung dengan materi dari redaksi.
Nah, semoga tidak akan lagi muncul istilah-istilah baru sekitar deadline ini, karena sulit untuk mengukur kreativitas karyawannya. Namun pada jaman yang makin hiperkompetitif ini, dimana speed menjadi primadonanya, boleh jadi deadline ini akan makin berubah mendekati realtime.
Selamat bekerja dengan kreatif.
Posted in MARKETING, MEDIA, Uncategorized | Leave a Comment »