Setiap beraktivitas ke luar rumah, saya harus melewati pintu yang dijaga satpam komplek. Ada kejadian menarik setiap melewati pos penjagaan ini, yakni gaya mereka saat menyapa penghuni, baik saat penghuni mau keluar maupun masuk komplek.
Menyapa penghuni merupakan salah satu s.o.p (standard operation procedure) para satpam ini, sekaligus merupakan cara untuk mengenali orang yang keluar-masuk komplek. Juga, tentunya merupakan cara untuk menjaga keamanan komplek dari orang-orang yang tak dikenal. Setiap satpam memiliki gaya yang berbeda baik tutur kata maupun gaya penampilannya. Ada yang bertutur kata halus dan selalu rapi penampilan, ada yang bahkan terlalu rapi karena selalu mengenakan dasi di seragamnya (kecuali kostum lapangan di malam hari), tapi ada pula yang tutur katanya kasar dan bajunya sering berantakan. Lucunya, satpam yang satu ini -sebut saja pak Adam- bisa juga rapi dan berdasi, terutama dan selalu pada saat pagi jam 07.30, karena saat itulah jadwal keberangkatan ibu Dewi, yang tinggal di kavling terdepan, yang ternyata adalah direksi di perusahaan pengembang komplek perumahan ini…he..he.. Kalau saya akan lewat jam 05.30, maka bisa saya pastikan pak Adam masih mendengkur di pos nya, dan baru terbangun ketika saya bunyikan klakson di dekatnya. Dengan tergopoh-gopoh dan raut muka masih mengantuk serta baju berantakan, dia membukakan pintu dan mengucapkan selamat pagi. Tak ada senyum. Namun, apabila saya lewat bersamaan dengan jadwal berangkat bos nya itu, maka bisa dipastikan pak Adam sudah terlihat rapi dan bersiul-siul sambil menyirami bunga-bunga di sekitar posnya. Lalu dengan sigap dan penuh senyum dia membukakan pintu dan mempersilahkan kami lewat.
Pernah pada suatu pagi, saat pak Adam giliran jaga, saya sengaja melewati posnya dengan tanpa membunyikan klakson. Nah, ternyata pak Adam tetap tertidur di posnya. Lalu sayapun membuka sendiri pintu gerbang yang berat itu, sampai-sampai terdengar dentingan keras dari bunyi gembok yang beradu. Pun, itu tidak membangunkannya, hingga pintu saya tutup kembali. Oow….
Hahaha… rupanya tepat juga istilah “that’s what the boss are for”…. yaitu untuk mendisiplinkan karyawannya… Kami jadinya berharap agar ibu Dewi sesering mungkin hilir-mudik keluar-masuk komplek agar semua satpamnya jadi lebih disiplin…