“Gue demen banget ama group kita ini. Dulu BB (blackberry) gue cuman nongkrong diem aja di atas meja deket komputer….lah sekarang krang-kring mulu, dan emang asik baca komen temen-temen” kata seorang sahabat tadi malam, dalam sebuah perjumpaan mantan kawan-kawan kuliah.
“Kalo gue paling demen nunggu komen nya si Manyul…hahaha…selalu aja lucu dan menjurus horn..” sahut kawan yang lain sambil berderai.
“Tapi yang selalu horn tuh si Ronie…ada aja isengnya….dapet darimana aja tuh foto-foto….jangan-jangan kerjaan nya cuman browsing melulu ya…” kata kawan yang lain lagi. Pertemuan yang penuh haha-hihi seperti ini semakin sering terjadi karena dipicu serunya adu komen di dunia maya, khususnya group blackberry messenger (BBM).
Begitulah situasi saat ini. Para pemegang BB mengikuti aneka group yang memiliki ciri berbeda-beda, dan dari masing-masing group memperoleh pengalaman yang berlainan. Tak heran apabila kawan pertama tadi juga mengisahkan keribetannya dengan membawa portable charger agar BB nya bisa hidup 24 jam..
Populasi BB yang makin meledak (Indonesia menduduki peringkat ke-3 dunia) di kalangan menengah atas membawa pergeseran habit online mereka, terutama dalam pola berkomunikasi dengan group. Meskipun masih dipertahankan, group milis mulai sepi bak kuburan. Sementara yang masih berseliweran adalah email pribadi dan kantor. Pergeseran ini pun berdampak pula pada area profesional. Terdapat ribuan group yang dibentuk untuk mempermudah komunikasi antar kolega atau antar unit. Bahkan, banyak pula kantor yang menyediakan sarana gadget ini gratis kepada karyawan nya untuk kepentingan koordinasi. Akibatnya, memang alat ini terus menerus berbunyi dan harus direspon.
Ramainya group BB tampaknya didorong karena alat ini cukup pintar menyediakan suasana hiburan dan kerja sekaligus. Atau dengan sisi pandang lain, pemiliknya bisa bekerja secara mudah dengan bonus hiburan.
Nah, berapa group yang Anda ikuti? He.. he….